Kami dipertemukan oleh takdir melalui teman kami, Celin. Pertemuan pertama kami di cafe kecil itu seperti mimpi. Nikson langsung tertarik dengan senyum manis Filda, sementara Filda merasa hati Nikson yang baik dan tulus. Mereka mulai berkomunikasi, berbagi cerita, dan tertawa bersama. Setiap detik dengan Filda membuat Nikson merasa hidup. Nikson kemudian mengutarakan perasaannya, 'Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu.' Filda menjawab, 'Aku juga.' Mereka menikah di gedung graha lestarii, dengan matahari terbenam sebagai saksi cinta kami.


