Semua berawal dari sebuah hari biasa yang awalnya terasa sama seperti hari-hari lainnya. Kami dipertemukan di tempat kerja pada tahun 2025.
Saat itu, tidak ada kembang api yang meledak di langit, juga tidak ada musik latar yang dramatis. Yang ada hanyalah sebuah sapaan canggung, tatapan mata yang tidak sengaja berpapasan, dan senyuman tipis yang ternyata menjadi awal dari segalanya. From a simple "Halo", percakapan kami mengalir begitu saja—mulai dari membicarakan hal-hal random hingga menemukan banyak kesamaan yang mengejutkan.
Kami yang awalnya adalah dua orang asing dengan dunia yang berbeda, perlahan mulai berjalan di satu jalur yang sama. Kami sadar, kenyamanan ini bukan lagi sekadar kebetulan.
Waktu berjalan, membawa kami melewati berbagai musim kehidupan. Kami belajar memahami ego masing-masing, merayakan tawa bersama, dan saling menggenggam erat saat badai datang. Hingga akhirnya, keyakinan itu tumbuh penuh. Kami tahu bahwa kami tidak ingin mencari lagi.
Pada tanggal 23 November 2025 Tunangan, di hadapan keluarga dan kerabat terdekat, kami memutuskan untuk mengikat komitmen tersebut secara resmi. Momen ketika cincin melingkar di jari manis bukan sekadar simbol pengikat, melainkan sebuah janji tulus bahwa kami siap melangkah ke tahap yang lebih serius. Air mata haru dan senyum bahagia hari itu menjadi saksi bahwa "Aku" dan "Kamu" telah mantap bersiap berubah menjadi "Kita".
Kini, hari-hari kami dipenuhi dengan debaran yang berbeda. Di sela-sela kesibukan mempersiapkan dekorasi, undangan, dan katering, ada rasa syukur yang membuncah setiap kali kami saling menatap.
Kami tahu pernikahan bukanlah garis finish dari cerita cinta ini, melainkan garis start dari petualangan yang sesungguhnya. Kami sedang bersiap untuk membangun rumah yang penuh kehangatan, tempat untuk pulang paling nyaman, dan memulai ibadah terpanjang seumur hidup kami.
Sebentar lagi, di hadapan Tuhan dan dunia, kami akan mengucap janji suci untuk saling mencintai dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, selamanya.
@Amplopundangan